Bg

Berita - IAIN Surakarta

Pengembangan Kemahasiswaan : Kajian Lanjutan

1 Desember 2015

Pengembangan Mahasiswa dan Kegiatan Ekstra Kurikuler Kemahasiswaan

Mahasiswa yang memiliki dimensi fisik, psikologis, mental dan spritual memang harus dikembangkan secara menyeluruh, berkesinambungan, dan bersama oleh semua civitas akademika. Pengembangaannya melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Tiga kegiatan kurikuler tersebut yang sering dianaktirikan adalah kegiatan ekstra kurikuler. Seringkali kegiatan ini baru sebatas lipservice atau sebatas hanya sebatas ada secara formal di lembaga pendidikan pada semua jenjang. Kegiatan ini tidak banyak diseriusi oleh pegiat maupun pimpinan lembaga pendidikan sehingga tidak berkontribusi positif bagi pengembangan lembaga.

Sementara menurut Memorandum Of Student Services/Affairs Organisations to The Unesco World Conference On Higher Education (2009) bahwa the effort to educate younger generations in civic values by means of extra-curricular activities such as social and cultural activities, intercultural learning, volunteer work and outreach activities. Keikutsertaan seseorang dalam kegiatan kemahasiswaan/kesiswaan merupakan faktor penting dari seseorang mahasiswa ketika berada di PT maupun ketika berada di lapangan kerja. Hal itu dilansir Times Higher Education (2015) bahwa nilai indeks prestasi ketika mahasiswa tidak selalu dapat diandalkan dibandingkan mahasiswa yang ikut kegiatan ekstra kurikuler. Orang yang ikut kegiatan ekstrakurikuler lebih memiliki daya saing. Hal ini dibenarkan Tenhouse (2008) bahwa extracurricular involvement is a key tool in this personal development. Students become involved in extracurricular activities not only for entertainment, social, and enjoyment purposes, but most important, to gain and improve skills. Pendapat senada juga disampaikan Kirschenbaum (1995: 123-125) bahwa keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstra kurikuler bisa mengembangkan karakter peserta didik – baik nilai-nilai kerjasama, kerja keras, kerja tim, fairness, mengikuti aturan, dan lainnya.

Pemaparan di atas diperkuat hasil penelitian Wilson (2009) bahwa mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki nilai yang lebih baik, memiliki nilai tes standar tinggi dan lebih tinggi pencapaian pendidikan, sekolah lebih teratur, dan memiliki konsep diri yang lebih tinggi. Penelitian lain menunjukkan hal yang sama seperti penelitian Massoni (2011:86) bahwa Extracurricular activities are a part of students every day life. They play important roles in student’s lives. They have positive effects on student’s lives by improving behavior, school performance, school completion, positive aspects to make successful adults, and social aspects. Pengembangan kemahasiswaan melalui kegiatan ekstra kurikuler menjadikan mahasiswa tinggi dalam capaian indeks prestasi sekaligus siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Paparan di atas menunjukkan bahwa ekstra kurikuler memacu pengembangan softskill. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Eastlake (2015) yang menunjukkan bahwa keterlibatan dan keaktifan mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan memperkuat softskill. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berfungsi menjadi alat penting dalam pengembangan softskill. Soft skill yang dikembangkan diantaranya kemampuan kommunikasi, empati, komitmen, dan kerja tim sehingga bisa menjadi prediktor kesuksesan ketika bekerja nantinya.

Pengembangan Kemahasiswaan di Indonesia

Hasil kajian dari dokumen pola pengembangan kemahasiswaan di beberapa perguruan tinggi di Indonesa dapat dinyatakan beberapa masalah yang dihadapi oleh mahasiswa maupun lembaga kemahasiswaan:

  1. Tingkat partisipasi mahasiswa yang masih relatif rendah untuk terlibat dalam dunia kemahasiswaan melalui lembaga kemahasiswaan, baik sebagai personalia (aktivis) atau sebagai peserta kegiatan (partisipan).
  2. Keberadaan atau kegiatan organisasi mahasiswa (intra kampus) secara langsung atau tidak langsung “dibayang-bayangi” oleh keberadaan organisasi sosial kemasyarakatan, partai politik, maupun organisasi ekstra kampus.
  3. Potensi minat dan bakat mahasiswa yang belum dikembangkan secara maksimal.
  4. Latar belakang sosio-kultural, dan ilmu pengetahuan yang berbeda-beda menyebabkan adanya berbagai persepsi, partisipasi, dan dinamika mahasiswa yang beragam.
  5. Kemampuan penyesuaian diri mahasiswa yang masih relatif rendah dalam merespon perkembangan jaman.
  6. Kecenderungan penurunan disiplin mahasiswa
  7. Kecenderungan semakin menggejala budaya pragmatisme pada mahasiswa.

Ketujuh permasalahan kemahasiswaan di atas perlu keseriusan pada seluruh komponen perguruan tinggi untuk memecahkannya.

Pemenuhan Kebutuhan Mahasiswa Melalui Kemahasiswaan

Mahasiswa dan Bidang Kemahasiswaan memang merupakan lahan garap yang sangat luas. Hal ini dikarenakan memerlukan pemenuhan kebutuhan yang banyak dan beragam. Pemenuhan yang bersifat pemenuhan kebutuhan dasar, kebutuhan psikis, maupun kebutuhan untuk berekspresi dan bereksplorasi sesuai minat dan bakatnya. Kalau dibuat tabel sebagai berikut:

No Kebutuhan Dasar Cara Pemenuhan
1 Finansial Beasiswa
2 Fisik Sarana olah raga
3 Kesehatan Klinik
4 Psikis Layanan Bimbingan Konseling

Disamping itu diperlukan pemenuhan kebutuhan untuk ekslorasi kemampuan dan potensi mahasiswa dalam bentuk berikut ini:

No Kebutuhan Ekspresi dan Eksplorasi Bentuk Kegiatan
1 Keagamaan Lembaga Dakwah Kampus, Kerohanian Islam dan Kerohanian Agama yang ada pemeluknya
2 Kepemimpinan dan Manajemen Badan Ekeskutif Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, Senat Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Himpunan Mahasiswa Program Studi, Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa
3 Penalaran dan Keilmuan Jurnalistik, Penelitian,
4 Seni Teater, Musik Klasik – Kontemporer, Qiro’ah, Tari
5 Olahraga Semua Cabang Olah Raga
6 Khusus Pramuka, Resimen Mahasiswa, Pecinta Alam, Kelompok Suka Rela PMI,
7 Wirausaha Koperasi Mahasiswa

Pemenuhan kebutuhan tersebut ada beberapa kesamaan paparan dari Gyan Unlimited (2012) berikut ini:

  1. Library Activities.
  2. Physical Development Activities.
  3. Aesthetic and Cultural Development Activities.
  4. Civic Development Activities
  5. Social Welfare Activities.

Tenhouse (2008) memberikan gambaran jenis dan fungsi kegiatan ekstra kurikuler di perguruan tinggi, sebagai berikut:

No Jenis Fungsi
1 Student Government allocating funds to other organizations, planning programs related to student interests, providing forums for student issue discussion, and helping to build and sustain a successful campus community.
2 Athletic “try out” for intercollegiate sports teams such as volleyball, basketball, or lacrosse. a great commitment of time and energy for practicing, conditioning, and competing.
3 Academic and Professional Organization assist their members in acquiring experience in their chosen occupational field and in aiding in the job search.
4 Volunteer and Service-Related Activities offer students an opportunity to contribute to their community and, most important, to critically reflect upon their service experiences
5 Multicultural Activities increasing awareness and understanding of various cultures and ethnic and racial backgrounds. Involvement in these activities may be an important step toward positive racial, ethnic, or sexual-identity development.
6 The Arts Students interested in fine arts have a plethora of extracurricular opportunities in which they can actively participate. Activities including plays, musicals, and dance concerts offer a chance for students to demonstrate their dramatic abilities. Marching band, jazz band, orchestra, and singing groups allow students to pursue their musical interests at the college level. Pottery, sculpture, and mosaic classes and workshops are also offered for students to learn and enjoy.
7 Other Activities

Pemenuhan dan penyaluran kebutuhan jasmani, rohani, mental, spiritual dan sosial ditilik dari paparan di atas dapat dibuat matriks sebagai berikut:

No Kebutuhan Dasar Cara Pemenuhan Jenis Kebutuhan Ekspresi dan Eksplorasi Bentuk Kegiatan
1 Finansial Beasiswa
Pemberian santunan musibah
2 Fisik Sarana olah raga Atletik Olahraga Semua Cabang Olah Raga
Volunteer and Service-Related Activities Khusus Pecinta Alam, Pramuka, Resimen Mahasiswa, Korps Sukarela PMI
3 Kesehatan Klinik
4 Psikis Layanan Bimbingan Konseling
5 Rohani/Spiritual Volunteer and Service-Related Activities Keagamaan Lembaga Dakwah Kampus, Kerohanian Islam dan Kerohanian Agama yang ada pemeluknya
6 Mental Student Government Kepemimpinan dan Manajemen Badan Ekeskutif Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, Senat Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan/ Program Studi, Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa
Academic and Professional Organization Penalaran dan Keilmuan Jurnalistik, Penelitian
Wirausaha Koperasi Mahasiswa
The Arts Seni Teater, Musik Klasik – Kontemporer, Qiro’ah, Tari
7 Ketrampilan Jurnalistik, Broadcasting Radio mahasiswa, pers mahasiswa,

Tabel tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kemahasiswaan sangat luas cakupannya sehingga harus ada pembinaan yang bersifat rutin dan pembinaan yang bersifat pengambangan. Pengembangan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Umum oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (dulu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) lebih beragam dibandingkan Perguruan Tinggi Keagamaan oleh Kementerian Agama. Ada yang bersifat lomba dan bersifat pelatihan. Pengembangan yang bersifat lomba dilakukan secara berjenjang dari tingkat Fakultas, Perguruan Tinggi, sampai dengan tingkat nasional (ini terjad di bawah Kemenristekdikti). Perbandingannya sebagai berikut:

No Bidang Model Mulai Jenis Lomba Kemenristekdikti Kemenag
1 Penalaran Lomba 1981 (Kemenristekdikti) 1.   PKM Penelitian (PKM-P) Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Pionir (semua bidang)
2.   PKM Penerapan Teknologi (PKM-T)
3.   PKM Kewirausahaan (PKM-K)
4.   PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-M)
5.   PKM Karya Cipta (PKM-KC)
6.   PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT)
7.   PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI)
2 Olahraga Lomba 1990 (Kemenristekdikti) 1.       Atletik, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) Tergabung di Pionir
2.       Anggar,
3.       Bolabasket,
4.       Bolavoli Lapangan,
5.       Bulutangkis,
6.       Catur,
7.       Karate,
8.       Pencak Silat,
9.       Renang,
10.   Sepakbola,
11.   Sepak Takraw,
12.   Tarung Derajat,
13.   Tenis Lapangan, dan
14.   Tenis Meja
3 Seni Lomba 1991 (Kemenristekdikti) 1.     Vokal grup Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Tergabung di Pionir
2.     Vokal solo (pop, seriosa, keroncong, dangdut)
3.     Tari
4.     Baca puisi
5.     Monolog
6.     Karya sastra (penulisan: cerpen, lakon, puisi)
7.     Disain poster
8.     Lukis
9.     Fotografi
10.     Komik strip
4 Ketrampilan Manajemen Pelatihan 1.   Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pra Dasar Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tidak ada
2.   Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar
3.   Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah
4.   Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pra Lanjut

Lomba dan pelatihan di atas terlihat bahwa Kemeristekdikti lebih beragam dalam pembinaan kegiatan kemahasiswaan sudah dirintis sejak orde baru. Kegiatan yang sudah dilakukan Kemenristekdikti perlu di-benchmark oleh Kementerian Agama, terutama kegiatan dalam pembinaan keterampilan manajemen mahasiswa. Secara lengkap keterampilan manajemen di Kemenristekdikti memiliki 4 jenjang, yaitu pradasar, dasar, menengah dan lanjut. Masing-masing jenjang memiliki tujuan dan kurikulum berbeda. Tujuan masing-masing LKMM tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut:

No Jenjang Tujuan
1 LKMM Pra Dasar Membekali mahasiswa baru dengan keterampilan dasar dalam berkomunikasi, mengenal potensi diri, mengembangkan sifat kritis dan memposisikan diri secara efektif dalam organisasi kemahasiswaan.
2 LKMM Dasar Membekali mahasiswa dengan keterampilan menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan dengan perencanaan dan sistematika yang baik
3 LKMM Menengah Membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan mengkoordinasi dan membina tim kerja dalam suatu kelembagaan
4 LKMM Lanjut (Pelatihah Kepemimpinan Mahasiswa Kader Bangsa) Membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan mengelola opini publik (wacana)

Adopsi ini diperlukan agar kegiatan kemahasiswaan di PTKI lebih terencana dan terarah sehingga tidak bias kelompok yang tidak menguntungkan bagi kemajuan perguruan tinggi. Disamping itu organisasi kemahasiswaan punya performa yang bagus ketika sumber daya dipersiapkan secara sistematis melalui pelatihan manajemen.

Berkaitan dengan lomba seni (Peksiminas), Kementerian Agama bisa lebih berbasis pengembangan budaya lokal masing-masing perguruan tinggi keagamaan Islam di daerah-daerah yang tidak dimiliki oleh Kemenristekdikti.

Semoga. (Muh. Munadi)

 

Daftar Pustaka

Eastlake, Matt. (2005). The Link Between Extracurricular Activities and Soft Skills. Schools Week April 26, 2015. https://www.td.org/Publications/Newsletters/Buzz/2015/05/Link-Between-Extra-Curricular-Activities-and-Soft-Skills

Grove, Jack. (2015). Extra-curricular activities now ‘more important’ to university applications. THE January, 15 2015. https://www.timeshighereducation.co.uk/news/extra-curricular-activities-now-more-important-to-university-applications/2017980.article

Kirschenbaum, Howard. (1995). 100 Ways to Enhance Values and Morality in School and Youth Settings. Boston: Allyn and Bacon.

Lacy N. Karpilo (tth). Working with College Students: Applying Student Development Theories to Practice.

Massoni, Erin (2011) “Positive Effects of Extra Curricular Activities on Students,” ESSAI: Vol. 9, Article 27. Available at: http://dc.cod.edu/essai/vol9/iss1/27

Peltier, Matthew,. (2014) “The Impact of Faculty Perception of Student Affairs Personnel on Collaborative Initiatives: A Case Study”. Educational Administration: Theses, Dissertations, and Student Research. Paper 172. http://digitalcommons.unl.edu/cehsedaddiss/172

Tenhouse, Amy M. (2008). College Extracurricular Activities – Impact on Students, Types of Extracurricular Activities. http://education.stateuniversity.com/pages/1855/College-Extracurricular-Activities.html#ixzz3mL810wBn

Walker, M. (tth). Working With College Students & Student Development Theory Primer. http://uncw.edu/studentaffairs/pdc/documents/StudentDevelopmentTheorybyM.Walker.pdf

Wilson, Nikki L. (2009). Impact of Extracurricular Activities on Student. Thesis. The Graduate School University of Wisconsin-Stout Menomonie WI.

http://www.gyanunlimited.com/education/co-curricular-activities-importance-features/659/

Wikipedia